Anak Laki-laki dan Bunga

Alkisah hiduplah dua anak laki-laki yang saling bersahabat. Keduanya tinggal di sebuah istana bersama keluarga mereka, yang bekerja untuk melayani Raja.

Salah satu dari anak laki-laki tersebut menyukai seorang anak perempuan yang juga tinggal di istana. Dia sangat ingin memberikan hadiah kepada anak perempuan yang disukainya itu.
Suatu hari, Si Anak Laki-laki sedang berjalan dengan sahabatnya di aula utama istana. Ketika berjalan-jalan, dia melihat sebuah vas besar berisi bunga-bunga indah.

Dia pun mengambil satu untuk diberikan kepada anak perempuan yang disukainya.
Pada hari berikutnya, berikutnya, dan berikutnya, dia melakukan hal yang sama.
Hingga suatu hari, Raja menyadari bunga di dalam vas tinggal sedikit. Raja sangat marah dan memanggil semua orang di istana untuk berkumpul.

Ketika semua orang menghadap Raja, anak laki-laki itu berpikir untuk mengatakan bahwa dialah yang mengambil bunganya.
Namun, temannya menyuruhnya diam, karena Raja akan sangat marah padanya.
Ketika Raja mendekat, anak laki-laki itu pun mengaku. Sesaat setelah anak laki-laki itu mengakui perbuatannya, muka Raja menjadi merah karena marah.

Tetapi saat mendengar alasannya, senyum muncul di wajah Raja. Sang Raja pun berkata "Ternyata bunga itu punya manfaat lebih baik daripada di dalam vas saja."

Sejak hari itu, Si Anak Laki-laki dan Raja menjadi teman baik. Mereka kemudian mengambil 2 bunga yang indah, satu untuk Si Anak Perempuan, dan yang lainnya untuk Ratu.


Pertanyaan :
1. Bagaimana pandanganku terhadap cerita tadi?
2. Dari cerita tersebut, tokoh mana yang menjadi cerita ini?
3. Apa faktor yang menyebabkan Raja tidak marah dengan anak laki laki itu?
4. Ceritakan pengalamanku tentang kejujuran yang membuatku terkesan, dan temukan sosok figur publik disekitar tempatku!

1. Bagaimana pandanganku terhadap cerita tadi?
: Menurutku cerita tersebut sangat berkesan dikarenakan anak laki-laki yang mau mengakui perbuatannya dan berkata jujur, yang membuat Sang Raja yang tadinya marah menjadi senyum karena alasan dari anak tersebut, yang membuat cerita ini juga bermakna.

2. Dari cerita tersebut, tokoh mana yang menjadi cerita ini?
: Si anak laki-laki dan juga Sang Raja

3. Apa faktor yang menyebabkan Raja tidak marah dengan anak laki laki itu?
: Karena anak laki laki itu mau mengakui perbuatannya dan berkata jujur dan Raja menjadi senyum yang tadinya marah dikarenakan alasan dari anak laki laki yang membuat Raja berpikir bahwa bunga itu punya manfaat lebih baik daripada di dalam vas saja.

4. Ceritakan pengalamanku tentang kejujuran yang membuatku terkesan, dan temukan sosok figur publik disekitar tempatku!
: Dulu ketika saya sd, ketika pembagian nilai ulangan saya mendapat nilai yang         buruk yang membuat saya takut untuk menunjukkan ke orang tua saya, dan saya pun menyembunyikan kertas ulangan tersebut di tas yg saya berpikir tidak akan ketahuan meskipun di cek tas oleh mama saya. Namun saya berpikir jika ketahuan maka saya akan sangat dimarahi jadi saya memberanikan diri untuk berkata jujur dengan perasaan yang panik sekaligus takut. Lalu saya pun dimarahi oleh mama saya sekaligus dinasehati dan dia pun memaafkan saya. Mulai saat itu saya jadi memberanikan diri untuk berkata jujur jika mendapat nilai buruk dan saya hanya di nasehati untuk memperbaikinya. Dari pengalaman saya, saya jadi berpikir jika kita memiliki masalah dan memendamnya atau berbohong kita akan tidak tenang dengan masalah tersebut dan jika kita berkata jujur kita akan bisa mengatasi masalah tersebut walaupun ada konsekuensinya.